24 Februari 2012

GIAT BEKERJA DENGAN KEJUJURAN


GIAT BEKERJA DENGAN KEJUJURAN
Bersama : Buy@dIVe~ dRadioman

Jakarta, 24 Februari 2012





 

Bismillaahirrohmaanirrphim
Assalamu’alaykum warahmatullaahi wabarakaatuh


Sahabatku yang di rahmati oleh Allah subhanahu wa ta’ala…

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

“Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. at-Tawbah {9}:105).

Islam mengajarkan kepada pemeluknya untuk giat bekerja, dan menjadi mandiri. Di harapkan dengan usahanya tersebut, seorang muslim akan bermanfaat bagi masyarakat, BUKAN MENJADI BEBAN.

Dalam hadits muttafaq ‘alaih disebutkan hadits dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Jika salah seorang di antara kalian mau mencari seikat kayu bakar lalu dibawa di atas punggungnya (untuk dijual), maka itu lebih baik baginya daripada meminta-minta kepada orang lain, entah yang diminta itu mau memberi atau tidak.”

Al-Bukhari meriwayatkan dari al-Miqdam bin Ma’dikarib, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Tidaklah seseorang itu menyantap makanan yang lebih baik daripada makan hasil kerja sendiri! Dan sesungguhnya, Nabi Dawud makan dari hasil kerja tangannya sendiri.” (HR Bukhari).

Wahai Sahabatku…

Ada satu hal penting yang sungguh dapat menopang keberhasilan prinsip MANDIRI dan GIAT BEKERJA ini, yaitu JUJUR dan KEJUJURAN.

Sebab kejujuran merupakan cerminan dari kemuliaan akhlak seseorang. Di antara bukti kejujuran itu adalah jika setiap ucapan dan amal yang dikerjakan, hanyalah karena Allah dengan meninggalkan sikap pamer dan ingin mendapatkan balasan dari sesama makhluk.

Kejujuran seperti itulah yang membuat seseorang BERLAKU KONSISTEN DALAM PERBUATANNYA, baik saat di depan orang lain maupun saat sendirian.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kalian harus bersikap jujur, karena kejujuran itu membawa kepada kebajikan, dan kebajikan itu membawa kepada surga. Seseorang masih terus bersikap jujur dan melatih kejujuran sehingga dia di tulis disisi Allah sebagai shiddiq. Jauhilah kebohongan, karena kebohongan itu membawa kepada tindakan dosa, sedangkan dosa itu membawa kepada neraka. Seorang hamba masih saja berbuat kebohongan dan terbiasa melakukan kebohongan, sehingga dia di tulis disisi Allah sebagai pembohong.” (HR. Bukhari & Muslim).

Dengan mengamalkan 3 Prinsip tersebut, maka kesuksesan dalam bekerja dan berkarier insyaAllah dapat diraih bersama keberkahan dari Allah subhanahu wa ta’ala. Amin ya Robbal’alamin…




Barakallahu fiikum,
Wassalamu’alaykum warohmatullaahi wabarokaatuh
Buy@dIVe~ dRadio-man

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar